Penelitian ini melakukan studi perbandingan kinerja metode pohon keputusan dengan pohon keputusan fuzzy pada klasifikasi penutup lahan untuk membantu mengelola sumber daya alam/hasil buminya. Metode pohon keputusan merupakan teknik yang lebih sederhana dan memberikan hasil yang optimal, namun sering mengalami kesulitan pada data yang tidak lengkap (missing  value), data enumerasi, maupun data samar yang sering terdapat pada dataset penutup lahan. Sedangkan metode pohon keputusan fuzzy menerapkan konsep fuzzy pada pembentukan cabang sehingga menghasilkan pohon yang lengkap dan diharapkan mampu memenuhi kekurangan tersebut. Beberapa kumpulan data penutup lahan dilakukan untuk mengukur kinerja kedua metode tersebut pada beberapa pengujian dengan mengklasifikasikan data masukan dan hasilnya dibandingkan dengan klasifikasi sebenarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pohon keputusan fuzzy mampu memberikan kenaikan tingkat pengenalan sebesar 4.96% dan membutuhkan waktu komputasi 38.13% lebih dibanding metode pohon keputusan. Metode klasifikasi dengan kemampuan pengenalan data yang tidak lengkap maupun samar dengan waktu komputasi yang cepat menjadi kontribusi yang baik untuk diterapkan pada aplikasi Sistem Informasi Geografis.

Kata kunci: Pohon Keputusan, Pohon Keputusan Fuzzy, Klasifikasi Penutup Lahan